Warga Diterkam Harimau, BBKSDA: Di Sana Area Hutan Lindung

Apa yang dilakukan pepohonan saat tidak kita lihat?
7 Maret 2019
7 dari 10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk Berada di India
7 Maret 2019

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terjun ke lokasi tempat warga berduel dengan harimau di Kabupaten Indragri Hilir (Inhil). Data yang diperoleh, area tersebut masuk ke dalam hutan lindung.

“Di sana memang dalam kawasan Suaka Margastawa (SM) Kerumutan bagian timur,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, kepada wartawan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (5/3/2019).

Menurut dia, untuk sampai ke lokasi, timnya membutuhkan perjuangan karena cukup jauh dan medan yang sulit. Mereka juga harus berputar-putar untuk mencari akses yang dapat dilalui agar bisa mencapai tempat kejadian perkara.

“Jadi di sana memang kawasan harimau Sumatera. Korban bernama Mardian diserang saat menebang kayu di hutan,” ujar dia.

Setelah mendatangi lokasi, tim bersama TNI, Polri dan tokoh masyarakat sekitar mendatangi sejumlah warga di lokasi hutan. Mereka melakukan pembinaan kepada warga, supaya ikut melestarikan dan menjaga habitat di dalamnya.

Warga juga diminta berhati-hati jika pergi ke dalam hutan. Karena di sana banyak hewan-hewan buas, di antaranya Harimau Sumatera yang memiliki habitat di kawasan tersebut.

“Kita minta masyarakat tidak lagi melakukan tebangan liar di dalam kawasan hutan, karena di sana memang banyak harimau. Dan, membunuh harimau melanggar hukum,” ujar dia.

Sementara itu kondisi Mardian korban penyerangan harimau mulai membaik. Mardian warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung ini diterkam pada Minggu (3/3/2019) lalu sempat terluka parah. Korban bahkan sampai tak sadarkan diri.

“Korban sempat tidak sadarkan diri usia diserang harimau tersebut. Kini korban sudah mulai sadar, mulai membaiklah,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BBKSDA Riau, Laskar Jaya Pemana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
×
Hallo
Ada yang bisa saya bantu??